KISAH NISA

Thursday, May 22, 2014

Sore ini saya ingin bercerita tentang seorang gadis bernama "Nisa" dan kisah cinta nya..
Nisa gadis yang baru beranjak dewasa, sekarang dia seorang mahasiswi semester 3 disebuah perguruan tinggi. dan dia menyukai seseorang diam-diam. awal kisah....
 

     Sewaktu maba, ada seorang senior yang menarik perhatiannya . Senior itu tidak istimewa dan cenderung biasa saja. Senior itu seperti masih polos layaknya bocah lugu yang berusaha dewasa, melakukan segala hal semaunya lalu dengan tenang tertawa jika berhasil. Dan setiap tawa itu lah yang membuat Nisa menyukainya. Saat itu Nisa masih maba dan tidak punya jalan untuk mendekati senior itu jadi Nisa hanya bisa menyukainya diam-diam, walaupun sering kali teman-teman Nisa berusaha membantu Nisa dengan memberi "kode" ke senior yang panggil saja dia "Tata" . Tapi apa daya Tata terlalu lugu dan tidak pernah mengerti dengan kode yang diberikan. Malah menganggap itu hanya lelucuan yang Nisa dan teman-temannya buat.


      Sampai akhirnya waktu terus berjalan dan Nisa belum juga bisa berpindah ke lain hati dan masih terus berharap pada kisah cinta yang tak pasti dan tak memkliki jalan. Sudah banyak lelaki yang bertebaran dihadapan Nisa tapi tetap yang ada di mata Nisa hanya sosok Tata. Padahal Tata tidak begitu istimewa tapi entahlah bagi Nisa. Mungkin yang istimewa didiri Tata karena dia terlalu perhatian pada semua orang,memiliki sifat super hero wanna be, dan satu hal dia selalu saja berbuat baik sama semua orang tanpa melihat status orang itu. Sifat inilah yang sering membuat orang orang yanh tak mengenal Tata , mengira Tata ada keinginan dibalik kebaikannya.
    
    Semester tiga pun dimulai, dan kesibukan sebagai mahasiswa semester tiga itu hanya lah sibuk mengurus kepanitiaan yang mengajarkan kita banyak hal yang kita tidak dapat pada bangku perkuliahan.
     Ini Awal yang membuat Nisa sedikit memiliki jalan, karena teman Nisa banyak yang jadi bawahan Tata dalam struktur kepanitiaan. Entahlah ini merupakan jalan untuk pendekatan atau malah jalan yang mengharuskan Nisa berpindah kelain hati. Karena jalan ini membuat Nisa sedikit lebih mengenal Tata. Teman-teman Nisa tetap berusaha membuka jalan untuk Nisa dengan memberi kode. Tapi kode itu tetap jadi kode dan tak terpecahkan.
      Sampai akhirnya mereka semakin dekat dan perlahan tahu ternyata Tata juga diam-diam menyukai temannya sejak maba. Seorang gadis lemah lembut nan gemulai. Tata dengan bangga nya selalu bercerita mengenai gadis itu di depan Nisa dan teman-temannya tanpa peduli saat itu ada hati yang tersayat sayat tak karuan. Nisa selalu saja berusaha tegar dan tersenyum seakan ikut bahagia tapi Nisa juga seorang perempuan, pemilik perasaan yang mudah tersentuh setebal apapun benteng pertahanannya dia juga bisa ambruk.
      Mengetahui itu Nisa berusaha menjauh dari Tata , mencoba meciptakan jarak antar mereka. Tapi tetap Tata terlalu seperti bocah yang belum terjamah dengan virus modernisasi, dia tidak mengerti dan masih menganggap Nica dan teman-temannya merupakan tempat berbagi cerita.
      Cara memciptakan jarak tak berhasil juga. Nisa berusaha menghadirkan sosok baru dalam kehidupannya. Dia berusaha menyukai sosok senior juga bernama 'Pras'. Tapi temannya sadar Nisa belum sepenuhnya bisa melupakan Tata, Pras hanyalah pelariannya saja. Nisa juga sadar, tak ada rasa sedikitpun untuk Pras. Semakin kesini yang ada malah semakin sakit , berusaha mengganti sosok yang begitu istimewa  itu ternyata sulit. Nisa sadar betul akan hal itu. Temannya juga sadar apa yang Nisa hadapi walaupun sering kali Nisa menyembunyikan perasaan itu dari temannya. Menyadari bahwa menjadikan seseorang itu pelarian tidak berhasil, dia berhenti. Dan memilih untuk membiarkannya saja mengalir.
      Tata tetap saja seperti sikapnya yang biasa cuek, masa bodoh, dan tetap seperti bocah yang berusaha dewasa.  Tetap mengakrabkan diri ke Nica dan teman-temannya. Nisa sadar maksud Tata sebenarnya baik, Tata hanya ingin menjadi teman mereka tanpa ada maksud tertentu. Dan waktu pun terus terlewati dan tanpa perubahan Tata dan Nisa tetap menjadi teman. Yah hanya sebatas senior-junior tidak lebih. Nisa juga sudah bisa sedikit lebih santai dihadapan Tata yang awalnya dia begitu salah tingkah jika berhadapan dengan Tata. Perubahan sikap Nisa dijadikan sebagai tolak ukur Nisa sudah bisa sedikit mengurangi rasa sukanya , yah sedikit, tidak sepenuhnya
     

     Let it flow. Itu kata Nisa pada teman-temannya yang awalnya sedikit menghawatirkan Nisa. Karena teman-temannya sadar betul Nica benar-benar menyukai Tata.
sampai akhirnya Nisa bertemu dengan seorang yang sempat sedikit jadi perhatiannya karena senyumnya. Dan dia menjadikan orang itu sebagai orang yang mungkin akan menggantikan Tata. Yah mungkin kalau itu terjadi. Orang itu panggil saja 'Reza'. Reza sedikit gila kalau sudah menyangkut musik.
      Waktu pun terus menjadi saksi perjuangan Nisa melupakan Tata. Dan menjadikan Reza sosok dengan label 'istimewa wanna be'. Nisa dikesehariannya berusah tidak lagi membahas Tata dan lebih sering bercerita mengenai Reza, kalau bercerita mengenai Tata mungkin yang dicerita yah mengenai hal yang dapat membuat Nisa benci. Itu sengaja ia lakukan supaya dia lebih mudah melupakan Tata. Entahlah cara ini ampuh atau tidak hanya Nisa yang tahu keampuhannya.
      Sampai akhirnya Tata lumayan sering cerita berdua dengan Nisa. Nisa sudah bisa sedikit mengontrol perasaannya. Mungkin Nisa sudah mulai dewasa. Nisa bersikap layaknya teman dalam meladeni cerita cerita yang Tata lontarkan. Tapi puncaknya ketika Tata bercerita mengenai gadis yang diam-diam Tata sukai. Tata galau dan curhat ke Nisa, Nisa berusaha mengendalikan perasaannya dan berusaha bersikap dewasa merespon curhatan Tata. Walaupun setelah itu dia juga tidak tahan memakai topeng lama-lama dan juga ambruk dalam cerita yang ia alirkan pada teman-temannya. Semua juga akan tak tahan, bayangkan saja orang yang kau sukai curhat mengenai orang yang ia sukai. Rasanya seperti ada ribuan silet tajam yang menggores hatimu dan meninggalkan luka yang proses penyembuhannya lumayan lama. Ahh sudahlah .
      dan sekarang Nisa dan Tata tetap jadi teman. senior-junior. Tak ada yang berusah. Status itu tetap. Mungkin yang berubah hanya kedekatan mereka saja. dan Nisa sudah memutuskan jalannya yaitu MOVE ON. Tak ada gunanya ia mengharapkan lebih setelah ia tau kepastian yang ia hadapi. Mungkin akan sedikit sulit dalam proses move on ini. Tapi mending memilih proses yang sulit dari pada tidak memilih dan membiarkan hati menderita. Ahh sekali lahi sudahlah. Semua hati pernah terluka, yang harus kau lakukan hanyalah MOVE ON.




sedikit catatan :
aku belajar banyak hal. Belajar untuk tidak membenci meski tersakiti. Belajar untuk menerima kenyataan walaupun pahit. Dan sadar diluar sana ada jodoh yang disiapkan Tuhan untukku. Sekian.

No comments:

Post a Comment

 

Entri Populer

Total Pageviews