Kisah Seorang Anak Sederhana yang Mensyukuri Hidup

Sunday, June 28, 2015

Kisah Seorang Anak Sederhana yang Mensyukuri HidupKali ini saya mau menceritakan sebuah kisah inspirasi yang semoga dapat memberikan inspirasi pada teman-teman sekalian.. :) Kisah ini dimulai di saat seorang anak kecil bernama Rahmat mengikuti sebuah kompetisi sepeda yang bernama"Cycling Fair". Ia mengikuti kompetisi ini dengan penuh semangat dengan tujuan dapat memenangkan kompetisi itu meskipun dengan kondisi sepeda yang dia pakai sekarang tidak bagus sperti milik peserta lainnya. Saat pertandingan akan dimulai seorang temannya bertanya, “Mat, apa kamu yakin 

Ini Cerita Lika-liku Kehidupan Tante Girang di Kota Banjar

tante girgirSeakan tak pernah mati bila kita membicarakan tentang dunia esek-esek, dari mulai WPS (Wanita Pekerja Seks), Gay, hingga pergaulan bebas dikalangan remaja.Di Kota Banjar yang terbilang kota kecil, namun jika ditelisik lebih dalam, dunia glamournya tidak kalah dengan kota-kota besar.

Sepenggal Kisah Kehidupan Pasangan "Kumpul Kebo" di Segitiga Emas Jakarta

JAKARTA - Lalu-lalang orang seperti tidak ada habisnya di kawasan yang menjadi segitiga emas di Jakarta. Selain dekat dengan salah satu universitas, kawasan ini juga terbilang padat dengan perkantoran. Banyak para mahasiswa atau pekerja yang sengaja untuk bemukim di kawasan itu.

Dengan harga sewa Rp500 ribu sampai Rp3 juta, mahasiswa atau pekerja dapat dengan santai bermukim di kawasan tersebut.

Cerita Inspiratif (4 lilin)

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Cerita Motivasi (Bibit tanaman)

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang. 

 

Entri Populer

Total Pageviews